Senin, 07 November 2011

Ngelawang ... festival of traditional barong bali

In 1992 I Ketut Suteja, lecturer STSI Denpasar, featuring a contemporary dance filmed Ngelawang named. This dance is much inspired by the dance Barong Ket is not strange for the people of Bali. Ngelawang (from the mace, which means the door) is a term in Balinese language means the show is moving from one house to another, or from one village to another. Performing such a common practice at the time of the day - major holidays such as Galungan and Brass. In certain places ngelawang also held when disuatu village outbreak.

In this ngelawangnya arable Suteja include both ngelawang idea to drive out evil spirits. In this claim Suteja also includes quite a lot of new movements are full of vitality and wear Balaganjur gamelan to accompany this claim. Ngelawang danced by 8 dancers consisting of four sons and four dancers dancer daughter. In the dance is shown 2 pieces barong tail (only the front of the barong ket) and a punggalan (mask) barong ket. Therefore, once the dominant form of barong in this claim, the claim is also referred to as the "Barong Ngelawang".

Since 1992, the creators of dance in Bali has managed to create several important works, although the play may only be done once. Among cultivated - cultivated Contemporary dance in question is Lady Lata Mahosadhi Arts (1995) and Ruwatan Earth (1997), both works of Nyoman Erawan, and Ram-wana: when Rama becomes Ravana (1999) by I Wayan Dibia. -Arable plots are offering some new things that appear in the themes, elements of the show and the play order. Lil Erawan Arts presents a new interpretation of the story and game Lata Mahosadhi liquid colors. Ruwatan Earth offers theme Ruwatan themselves committed against his own creator (Erawan) which digundul in this show.Ram-wana offer a new interpretation of the Ramayana story are adapted to the socio-political conditions in 1999. In this work involved Dibia Erawan and poetry readings and art installations in the open.

Barong Dance

Barong adalah mungkin yang paling terkenal tari. Hal ini juga lain bercerita tari,menceritakan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Tarian ini adalah contoh klasik dari Bali cara bertindak keluar mitologi, sehingga mitos dan sejarah yang dicampurmenjadi satu kenyataan.

Cerita berlanjut bahwa Rangda, ibu Erlangga, Raja Bali pada abad kesepuluh, dikutukoleh ayah Erlangga karena dia berlatih sihir hitam. Setelah ia menjadi janda, iamemanggil semua roh-roh jahat di hutan, kebocoran dan setan-setan, untuk datangsetelah Erlangga. Perkelahian terjadi, tapi dia dan pasukan hitam sihir terlalu kuat bahwaErlangga harus meminta bantuan Barong. Barong datang dengan tentara Erlangga, danmelawan terjadi. Rangda dicor mantra yang membuat tentara Erlangga semua inginbunuh diri, menunjuk keris mereka diracuni ke perut dan dada mereka sendiri. Barongdicor mantra yang ternyata tahan tubuh mereka untuk keris yang tajam. Pada akhirnya,Barong menang, dan Rangda lari.

Seseorang bisa mati atau mendapatkan cedera serius dalam tarian Barong. Dikatakanbahwa jika mantra Rangda adalah terlalu kuat, seorang prajurit yang lemah mungkin tidakdapat menolaknya, bahkan dengan bantuan Barong. Dia mungkin berakhir hurting dirinya dengan keris sendiri.

Topeng Barong dan Rangda dianggap keramat item, dan sebelum mereka dibawakeluar, seorang imam harus hadir untuk menawarkan berkat dengan memercikkan air suciyang diambil dari Gunung Agung, dan offerrings harus disajikan.

Pertunjukan tari dijadwalkan secara rutin tersedia sepanjang tahun.


hubungin : (0361)2173286 ( mudiasa)

Selasa, 14 Juni 2011

NETWORK PLANNING PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI


1. Sejarah Network Planning


Dengan berkembangnya teknologi dan informasi, sebuah perusahaan lebih mengutamakan perencanaan yang matang dengan sedikit pekerja dari pada menggunakan pekerja yang dominan tanpa perencanaan.
Network Planning adalah sebuah cara atau teknik yang sangat membantu dalam sebuah perencanaan, penjadwalan dan pengawasan sebuah pekerjaan proyek yang terdiri dari beberapa pekerjaan yang saling berhubungan.Semenjak tahun 1950, network planning ini telah mulai dikembangkan di Amerika Serikat (US). Ketika itu ada dua metode yang dikenal dalam network planning, yaitu:

a) Program Evaluation And Review Technique (PERT)

b) Critical Path Method (CPM)
Hingga kini telah banyak berkembang konsep dari network planning tersebut di seluruh dunia.
2. Prinsip Dasar Network PlanningPengelolaan sebuah proyek mencakup banyak manajemen dan koordinasi berbagai macam bentuk kegiatan. Ketika beberapa tugas yang harus diselesaikan sudah berada di atas meja kerja, maka hal ini menjadi suatu tantangan untuk menjaga semua aspek proyek agar semuanya tetap berjalan dengan lancar.
Dalam sebuah pelaksanaan proyek konstruksi ataupun lainnya, haruslah direncanakan dengan matang sebuah rancangan kegiatan kerja. Untuk dapat membuat perencanaan kerja harus mencakup hal-hal:- membuat rencana, skedul dan diagram informasi proyek
- mengelola sebuah proyek dalam milestone
Milestone menyatakan suatu peristiwa atau kondisi yang menandai penyelesaian sekelompok tugas yang saling berhubungan atau penyelesaian suatu tahap dari sebuah proyek.
- menelusuri perkembangan yang terjadi pada sebuah proyek yeng sedang dilaksanakan
- menetapkan dan menjadwalkan sumber daya yang ada (Resources).
- dan lainnya.Proyek, secara sederhana adalah sebagai suatu urutan peristiwa yang dirancang dengan baik dengan suatu permulaan dan suatu akhir yang diarahkan untuk mencapai tujuan yang jelas dan dipimpin oleh orang, dengan beberapa parameter seperti waktu, biaya dan kualitas.
3. Network PlanningNetwork adalah sebuah jaringan kerja yang dimaksudkan pada sebuah proyek kerja konstruksi. Untuk memudahkan pelaksanaan sebuah proyek konstruksi, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan yang baik agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Perencanaan jaringan kerja pada sebuah proyek lebih dikenal dengan istilah network planning(NWP).
Sebuah network planning adalah gambaran kejadian-kejadian dan kegiatan yang diharapkan akan terjadi dan dibuat secara kronologis serta dengan kaitan yang logis dan berhubungan antara sebuah kejadian atau kegiatan dengan yang lainnya. Ini juga merupakan teknik dalam perencanaan kegiatan atau proyek yang dapat menjawab pertanyaan bagaimana mengelola suatu proyek dan dasar yang kokoh bagi seorang pimpinan proyek untuk menentukan kebijakan di dalam suatu proyek konstruksi.Agar dapat berjalan dengan sesuai yang telah direncanakan, sebuah network planning merupakan alat bagi seorang pimpinan proyek untuk dapat melaksanakan penjadwalan dan pengendalian yang cermat dalam pelaksanaan suatu kegiatan proyek konstruksi.
4. Kegunaan Network Planning
Data atau informasi yang diperoleh, namun tidak teratur dapat terorganisir dengan tepat. Dapat menunjukkan urutan pekerjaan sebuah proyek kerja konstruksi yang paling efisien, diukur dari sudut biaya dan waktu pelaksanaan proye tersebut.
• Dapat memfokuskan perhatian pada hal-hal yang kritis yang mungkin terjadi pada pelaksanaan sebuah pekerjaan konstruksi.
• Mengarahkan seorang pimpinan mengambil keputusan dan mengelola resources (sumber daya) dalam usaha mempercepat selesainya proyek.Resources yang dibutuhkan dapat berupa orang, peralatan dan juga fasilitas-fasilitas khusus untuk mengerjakan proyek tesebut.
• Memudahkan koordinasi dengan orang-orang atau lembaga yang terlibat.
• Memudahkan pengawasan dan pengendalian.
• Pedoman bagi para pelaksana pekerjaan sebuah proyek.
5. Perkembangan Network Planning
a. CPM (Critical Path Method) dan PERT (Program Evaluation and Review Technique) atau NETWORK DIAGRAM.
Semenjak dikenalkan pada tahun 1950 di Amerika oleh Du Pont Company secara independen, network planning mulai berkembang di negara-negara lain. Dua metode awal pada network planning yang dikenal yaitu CPM dan PERT. CPM bergantung pada PERT yang dapat mengatasi masalah penjadwalan kerja. CPM lebih banyak mengarah pada bagian permasalahan biaya dan waktu. Karakteristik umum dari dua metode ini adalah:- Sebuah proyek bisa menjadi diubah menjadi paket pekerjaan atau paket kegiatan yang terdefinisi dengan baik.
- Sebuah pekerjaan harus dilaksanakan pada urutan kerja tertentu.- Dengan sebuah urutan kerja berbentuk ’S’, kegiatan dapat ditentukan awal proyek dan akhir proyek.Pada CPM, yang dilakukan adalah menentukan dan mengoptimalkan terjadinya garis kritis. Sebuah pekerjaan yang dilakukan tanpa memiliki garis kritis dapat dilaksanakan lebih cepat atau lebih lambat tanpa mempengaruhi pelaksanaan keseluruhan sebuah proyek.Pada metode PERT, pelaksanaan berdasarkan pada perkiraan yang tidak tentu. Didominasi oleh kecenderungan yakin akan waktu yang akan dikerjakan (optimis), berdasarkan pelaksanaan yang paling sering digunakan (most likely) dan tidak yakin akan waktu yang direncanakan (pesimis). Maka diambil rata-rata dari ketiga elemen tersebut.
Oleh karena itu, metoda ini menggunakan range untuk menentukan durasi pekerjaan. Bisa juga dilakukan perhitungan untuk menentukan durasi yang diinginkan.Rumus perhitungan durasi dengan PERT yaitu:

Dengan PERT, kita bisa menghitung waktu yang dibutuhkan. Tetapi, kelemahannya adalah membutuhkan banyak biaya dan tenaga kerja. Hanya bisa digunakan pada pekerjaan besar dan proyek yang kompleks.
b. Gantt (Bar) Chart
Merupakan sebuah metode network planning yang cukup banyak digunakan. Pada Gantt Chart ini mengkombinasikan dua hal, yaitu penjadwalan dan fungsi perencanaan. Gantt chart ini lebih dikenal karena penggunaannya yang mudah dan sederhana.
Sebuah Gantt chart digunakan dengan mudah karena pelaksanaan sebuah pekerjaan tidak terganggu oleh kegiatan lainnya yang benar-benar dikerjakan sesuai dengan urutan pekerjaan tanpa mendahului atau melewati waktu perencanaan.Milestone chart juga merupakan bagian dari Gantt chart ini. Dengan menggunakan Gantt chart dapat diperoleh berbagai keuntungan seperti pada pelaksanaan pekerjaan, sebuah aktivitas mudah untuk dipahami urutan pekerjaannya. Dengan bar chart sebuah urutan pelaksanaan mudah dibuat dan diperbaiki.Namun, akibat dari ketidaktergantungnya pekerjaan yang satu dengan yang lain, maka pelaksanaan pekerjaan akan menjadi lebih lama. Juga dengan menggunakan metode ini, urutan kegiatan sebuah pekerjaan menjadi sulit untuk dilaksanakan.
Contoh bar chart beserta pekerjaannya:
6. Kesimpulan
Dengan adanya sebuah perencanaan jaringan kerja makan seorang pimpinan proyek akan mendapatkan manfaat yang besar dalam pelaksanaan proyek, yaitu:
a) Mampu melakukan identifikasi kegiatan yang harus ditangani secara proyek.
b) Mampu memandu proses operasi proyek.
c) Mampu merencanakan serta mengendalikan kegiatan proyek dengan mengutamakan penyelesaian yang tepat waktu.
d) Mampu merencanakan serta mengendalikan biaya proyek dengan mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan melakukan tindakan koreksi tepat pada waktunya.