Jumat, 16 Desember 2011

PENGHAWAAN ALAMI


Penghawaan Alami (Natural Ventilation)
Pergantian udara panas dengan udara dingin dari luar merupakan proses yang diharapkan pada waktu musim panas. Namun dibeberapa kondisi iklim hal tersebut tidak memungkinkan karena temperatur luar justru lebih panas daripada temperatur dalam bangunan. Hal tersebut sangat penting diperhatikan jika akan melakukan teknik penghawaan alami. Sebab dibutuhkan udara dengan temperatur yang lebih rendah untuk efektifitas pendinginan permukaan tubuh.
Proses penghawaan alami membutuhkan pendorong terjadinya proses tersebut. Bentuk bangunan menentukan kekuatan terjadinya penghawaan alami. Secara mendasar, ukuran dan lokasi dari tempat masuknya udara kedalam bangunan menentukan kemampuan untuk menangkap dan mengarahkan aliran udara kedalam bangunan. Perancangan bangunan dapat menggunakan ventilasi, atrium, bentuk bangunan ramping , lingkungan denah terbuka, struktur bangunan massif, cerobong, sirip, dan dinding ganda. Pada hybrid system digunakan jendela yang dapat dikontrol secara motorik.
Proses aliran udara dapat didorong dengan beberapa kondisi antara lain adalah mengarahkan aliran udara, pemanasan dan pendinginan yang dilakukan oleh radiasi matahari evaporasi atau thermal mass. Prinsipnya dengan melakukan variasi terhadap tekanan udara (wind driven ventilation) dan temperatur (stack.effect ventilation dan thermo syphon effect).
Pendinginan udara sebelum masuk kedalam bangunan juga dapat dilakukan untuk mendapatkan udara dingin. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan evaporative cooling atau geothermal cooling. 
Bangunan dengan tingkat ekspos thermal mass yang besar, sangat memungkinkan untuk melakukan pendinginan dengan strategi natural ventilation dengan teknik pendinginan waktu malam hari (night purge ventilation). Teknik tersebut dapat dilakukan dengan rentang relatif diurnal dimana temperatur malam hari mempunyai selisih 20-22 derajat Celcius.

STRATEGI HEMAT ENERGI


Strategi hemat energi pada bangunan rumah tinggal dapat dilakukandengan mengaplikasikan teori-teori penghawaan alami pada bangunan. Diantarabanyak teori yang ada salah satunya adalah menyilangkan penghawaan pada sisi pinggir bangunan. Penyilangan ini dimaksudkan untuk memberi keleluasaan gerak pada angin dari luar ke dalam bangunan dan sebaliknya. Bukaan-bukaan yang berperan dominan dalam penghawaan alami, selain ditentukan dengan dimensinya juga dipengaruhi oleh tata letak dalam bangunan. Keberhasilan desain bangunan dalam memaksimalisasi penghawaan alami disatu sisi akan menurunkan beban biaya operasional bangunan untuk penggunaan penghawaan mekanis serta yang terpenting adalah menjadikan bangunan hemat energi. Yang paling mudah dilihat dan dihitung adalah berapa besar beban bangunan yang harus dikeluarkan setiap bulannya untuk membayar rekening listrik.

Tulisan ini akan menjelaskan strategi desain yang terfokus pada tata letak bukaan dalam bangunan rumah tinggal dan kampus serta aspek penghematan biaya operasional bangunan yang bisa dicapai karena penghawaan alami yang digunakan.

ELEMENT RUANG


Seperti yang kita inginkan, bagaimana caranya supaya sebuah ruang interior dapat membawa suasana yang membuat kita nyaman, tenang, dapat menjadikan inspirasi untuk menemukan ide-ide baru dan cemerlang. Segala aktivitas kita sehari-hari dimulai dari rumah. Kita bisa membayangkan bagaimana jika rumah kita terlihat semrawut dan tidak tertata dengan baik, segala aktivitas kita akan terhambat dan sangat sulit memecahkan suatu masalah dan menemukan ide baru. Kesan pertama yang harus dimunculkan dari aktivitas kita adalah rumah yang penuh inspirasi kesan selanjutnya akan banyak menberikan ide-ide cemerlang pada keseharian kita.
Ada beberapa element ruang yang harus kita perhatikan agar tercipta suatu tatanan yang kompak, elegan, dan inspiratif.

1. Element ruang penutup bawah
Yang dimaksud dengan penutup bawah disini adalah lantai. Lantai adalah bagian ruang yang sering kita injak dan dilihat oleh kita saat berjalan. Dengan lantai yang bersih dan  nyaman akan membuat kita nyaman berjalan diatasnya.
Ada beberapa pilihan dalam desain sebuah lantai, diantarannya adalah
a. lantai keramik
b. Lantai marmer
c. Lantai acian
d. kerikil-kerikil batu kali
e. Lantai kayu atau parket
f. Lantai karpet
Diatantara ke lima pilihan diatas manakah yang akan kita pilih? tentunya kita harus memperhatikan mengenai biaya, kekompakan kombinasi antara element ruang yang lainnya.

 2. Element ruang penutup samping
Element penutup samping adalah dinding kita. ada beberapa pilihan material, warna, dan bermacam desain diantaranya adalah
a. Dinding finishing warna cat
b. Dinding finishing wallpaper dinding
c. Dinding finishing cat tembok dengan memberi sentuhan lukisan dinding
f. Dinding natural tanpa diplester dan diaci dengan menampilkan bata ekspose.
g. Dinding finishing penutup hpl
h. Dinding finishing penutup kaca cermin

3. Elemen ruang penutup atas
Yang termasuk element penutup atas adalah plafon. Desain plafon ada bermacam-macam mulai dari bentuknya maupun materialnya. Beberapa pilihan untuk element penutup atas adalah
a. Plafon dari bahan matrial gypsum finishing cat  dengan list gypsum
b. Plafon dari bahan triplek dengan list kayu
c. Plafon yang mengekspose rangka atap seperti usuknya atau utilitas yang tampak dipasang di atas seperti splinker, instalasi ac, dsb.
d. Plafon dari bahan grc

4. Element bukaan
Element bukaan adalah jendela atau pintu yang menjadikan sirkulasi udara di dalam ruangan menjadi lancar dan tempat masuknya pencahayaan alami. Jika kita mengambil tema design minimalis modern maka dengan desain bukaan yang lebar akan menjadikan suasana ruang yang luas dan terang.
Ada beberapa pilihan material yang bisa digunakan dalam membuat sebuah bukaan
a. Jendela,bovenly, dan pintu dari bahan rangka kayu finishing cat atau warna kayu dengan daun maupun kayu.
b. Jendela, bovenly, dan pintu dari bahan rangka almunium dengan daun dari almunium, kaca, dan kayu.
C. Penutup bukaanya (korden) dari kain yang tipis maupun kain yang tebal
5. Element aksesoris
Element aksesoris diantaranya adalah
a. Figura photo
b. Jam dinding ataupun jam duduk
c. Patung
d. Pas bunga
e. Cermin kecil

6. Element furniture
Element furniture adalah suatu tempat atau wadah yang kita gunakan untuk menyimpan atau menaruh barang-barang. Yang termasuk Element furniture adalah
a. Almari
b. Tempat tidur
c. Meja makan
d. Meja tamu
e. Kursi
f. Sofa
g. Almari display
h. Bends
g. Meja rias
h. Kursi goyang
i. Meja belajar
j. Rak buku
k. Meja kerja
l. Rak file
m. Meja display
n. Kursi rias

7. Element cahaya dan Pengkondisi suhu ruangan
Ada dua kategori dalam element pencahayaan diantarannya adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan, sedangkan untuk pengkondisian ruangan adalah AC dan Hitter

WARNA


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk kegunaan lain dari Warna, lihat Warna (disambiguasi).
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Warna-warna utama
Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.
Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer.
Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta.
Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.
Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna).
Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.

Pengelompokan
  1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama.
  2. Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
  3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.
  4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.
Istilah lain
  • Nilai warna, ditentukan oleh tingkat kecerahan maupun kesuraman warna. Nilai ini dipengaruhi oleh penambahan putih ataupun hitam. Di dalam sistem RGB, nilai ini ditentukan oleh penambahan komponen merah, biru, dan hijau dalam komposisi yang tepat sama walaupun tidak harus penuh seratus persen.
Nama-nama warna
Warna dasar
·         Putih
·         Hitam
·         Cokelat
·         Merah
·         Hijau
·         Kuning

Jumat, 09 Desember 2011

DAFTAR SISWA YANG REMIDI

REMIDI XII GB1 :
1. Agung Bahari (6) : buat artikel tentang WARNA
2. I MAde Agus Supriana (7) :   buat artikel tentang ORGANISASI RUANG
3. Andi Irawan (8) :   buat artikel tentang PENCAHAYAAN
4. Angga Putra Utama (9) :  buat artikel tentang PENGKONDISIAN UDARA
5. Bayu Yogiswara Jaya (12) :   buat artikel tentang ELEMEN RUANG
6. Balik Swambawa (13) :   buat artikel tentang ZONA RUANG
7. Cahya Wijaya (14) :   buat artikel tentang TEMA & KONSEP RUANG
8. Candra Ariana (15) :   buat artikel tentang ELEMEN-ELEMEN DASAR RUANG
9. Juliana (21) :   buat artikel tentang ELEMEN-ELEMEN ESTETIS
10. Mardiana Putra (25) :   buat artikel tentang TEMA WARNA YG COCOK PD RUANG-RUANG RUMAH TINGGAL
11. Nurandika (26) : ga ada ulangan sumatifna
12. Pandu Cahyadi (27) :   buat artikel tentang TEMA WARNA YG COCOK PD RUANG-RUANG PERKANTORAN
13. Suryawan (28) :   buat artikel tentang TEMA WARNA YG COCOK PD RUANG-RUANG "RUANG PUBLIK"

REMIDI XII GB2 :
1. Oka Wismaya (20) :  buat artikel tentang WARNA
2. Pariasa (21) :  buat artikel tentang PENCAHAYAAN
3. Rangga Seta Ugrasena (22) :  buat artikel tentang PENGKONDISIAN UDARA
4. I Made Surya Adi (25) :  buat artikel tentang ELEMEN RUANG
5. I Putu Gede Tangkas (27) :  buat artikel tentang ORGANISASI RUANG